Go-Pena Baner

Sunday, 10 May, 2026

Program Agromaritim Gusnar Berbuah Manis, KKP Setujui Rp1,24 Triliun untuk Nelayan Gorontalo

Responsive image
Presiden Prabowo Subianto, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dan Gubernur Gusnar Ismail terlihat sangat akrab di Provinsi Gorontalo. (Foto : Pemprov)

PEMPROV - Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Gorontalo membawa berkah tersendiri bagi daerah. Peninjauan Presiden di Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026), membuka peluang besar bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperkuat sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Berkah tersebut ditandai dengan persetujuan Menteri Kelautan dan Perikanan terhadap 62 lokasi baru pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo. Program dengan estimasi anggaran mencapai Rp1,24 triliun itu diharapkan mampu menyulap desa-desa nelayan menjadi kawasan yang mandiri, modern, dan produktif.
Keberhasilan menghadirkan Presiden Prabowo sekaligus mengamankan dukungan anggaran besar itu tidak lepas dari peran Gusnar Ismail. Setelah sebelumnya berhasil memperoleh dukungan anggaran untuk proyek hilirisasi ternak, Gusnar kembali meyakinkan Menteri KKP terkait keselarasan program unggulan Agromaritim Gorontalo dengan program nasional Kampung Nelayan Merah Putih.
KKP pun berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo sebagai bagian dari penguatan ekonomi pesisir berbasis potensi daerah.
“Ini adalah apresiasi atas kerja keras kita semua. Program Agromaritim bukan hanya tentang menanam atau menangkap ikan, tetapi tentang membangun ekonomi pesisir berbasis ekosistem,” ujar Gusnar di sela-sela mendampingi Presiden.
Gusnar juga telah menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menyiapkan seluruh kebutuhan administrasi, termasuk kesiapan lokasi pembangunan serta kelengkapan dokumen untuk ditindaklanjuti oleh KKP.
“Ini adalah kesempatan emas yang harus kita jemput bersama, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Saya mengajak seluruh pihak bergandeng tangan memanfaatkan anggaran besar ini sebesar-besarnya untuk kepentingan nelayan,” tutupnya. (*) 


Share