Proyek pembangunan Kantor Wali Kota Gorontalo kini memasuki tahap krusial. Pemerintah Kota Gorontalo resmi menggelar Penjurian Tahap II Sayembara Desain Kantor Wali Kota pada Kamis (14/5/2026) di Hotel Aston Gorontalo.
Agenda ini menjadi langkah strategis untuk menyaring konsep terbaik dari para arsitek dan insan kreatif yang berkompetisi, guna menentukan rancangan fisik gedung yang nantinya akan menjadi pusat pemerintahan sekaligus wajah baru kota ini.
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, hadir langsung memantau jalannya presentasi para peserta, didampingi jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Adapun dewan juri terdiri dari para profesional di bidang arsitektur, perwakilan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta para peserta sayembara yang memaparkan gagasan dan konsep desain terbaik yang telah mereka susun.
Dalam kesempatan itu, Indra Gobel menegaskan, pembangunan Kantor Wali Kota tidak boleh hanya sekadar mewujudkan bangunan fisik semata. Lebih dari itu, gedung baru ini harus mampu berdiri sebagai simbol kemajuan daerah yang mencerminkan identitas asli Kota Gorontalo, sekaligus menjawab tuntutan tata kelola pemerintahan modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Gedung ini harus menjadi simbol kemajuan daerah, identitas kota, serta representasi tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat," tegas Indra.
Selain nilai estetika dan fungsionalitas, menurut Indra, desain yang nantinya terpilih juga wajib memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, efisiensi pemanfaatan ruang, hingga kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan. Hal ini menjadi pertimbangan penting agar bangunan tersebut tidak hanya megah, tetapi juga ramah lingkungan dan inklusif.
Indra Gobel pun menyampaikan optimisme tinggi. Ia meyakini, proses seleksi yang berjalan secara kompetitif, transparan, dan objektif ini akan melahirkan rancangan yang inovatif, berkualitas tinggi, serta realistis untuk diwujudkan di lapangan.