Go-Pena Baner

Monday, 30 March, 2026

Mahasiswa Profesi Ners UNG Gelar MMD 1 di Desa Lauwonu, Warga Antusias Bahas Masalah Kesehatan

Responsive image
Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1 bersama masyarakat Desa Lauwonu, Selasa, 12 Maret 2026.

GORONTALO – Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Angkatan 23 Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1 bersama masyarakat Desa Lauwonu pada Selasa, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan awal yang penting dalam pelaksanaan stase keperawatan komunitas, khususnya dalam membangun komunikasi partisipatif serta mengidentifikasi persoalan kesehatan di tingkat desa.

MMD 1 merupakan forum awal untuk memaparkan hasil pengkajian komunitas yang telah dilakukan mahasiswa selama berada di lapangan. Dalam forum ini, mahasiswa bersama masyarakat, aparat desa, dan tokoh setempat mendiskusikan berbagai persoalan kesehatan yang ditemukan, kemudian mengelompokkannya sebagai dasar penyusunan langkah penanganan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan warga.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, hangat, dan penuh partisipasi. Masyarakat Desa Lauwonu terlihat antusias mengikuti jalannya musyawarah, memberikan masukan, serta menyampaikan berbagai persoalan kesehatan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencerminkan terbangunnya sinergi yang baik antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan desa.

Kepala Desa Lauwonu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Profesi Ners melalui forum MMD 1 memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam membantu memetakan persoalan kesehatan secara lebih sistematis.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama mengidentifikasi persoalan kesehatan, lalu mendiskusikan solusi secara terbuka dan terarah,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap musyawarah, tetapi dapat berlanjut pada program nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap hasil musyawarah ini menjadi dasar tindak lanjut yang bermanfaat. Kehadiran mahasiswa di desa adalah peluang besar untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan,” tambahnya.

Bagi mahasiswa Profesi Ners Angkatan 23, pelaksanaan MMD 1 menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan komunikasi, analisis masalah kesehatan, serta pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bahwa penyelesaian persoalan kesehatan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun rencana intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran, aplikatif, dan relevan dengan kondisi masyarakat Desa Lauwonu. Selain itu, MMD 1 juga menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun sistem kesehatan berbasis komunitas.

Pelaksanaan MMD 1 di Desa Lauwonu menjadi wujud komitmen mahasiswa Profesi Ners UNG dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menyentuh langsung realitas sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi yang terbangun, diharapkan program tindak lanjut yang akan dilaksanakan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga desa.(*)


Share