Jenazah prajurit Marinir TNI Angkatan Laut asal Gorontalo, Serda Rein Pasau, dimakamkan di Kabupaten Bone Bolango pada Sabtu (31/01/2026).
Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Almarhum gugur akibat longsor yang terjadi di lokasi latihan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi saat Rein Pasau bersama prajurit lainnya tengah melaksanakan latihan lapangan.
Komandan Pangkalan TNI AL Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny C Sukmana, mengatakan bahwa jenazah almarhum telah berhasil ditemukan oleh tim pencari dan langsung dipulangkan ke Gorontalo.
"Yang kemarin sudah dilakukan oleh tim pencari dan hari ini juga sudah diterbangkan ke Gorontalo, kemudian kami terima tadi pagi di bandara dan laangsung kita makamkan secara militer," jelasnya pada media.
Lebih lanjut, Rein Pasau merupakan putra daerah Kabupaten Bone Bolango yang menjadi korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Longsor tersebut menimpa area latihan dan lokasi tempat para prajurit berada.
Dalam peristiwa tersebut, 23 prajurit TNI Angkatan Laut dilaporkan tertimbun longsor dan dinyatakan hilang. Hingga kini, tim pencari gabungan baru menemukan lima korban, termasuk Rein Pasau, sementara korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Upaya pencarian dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan sekitar 2.200 personel dari Korps Marinir TNI AL, relawan, serta berbagai instansi terkait. Tim pencari menghadapi medan yang berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu sejak terjadinya longsor.
Setelah tiba di Gorontalo, jenazah Rein Pasau dibawa ke rumah duka di Jalan Sultan Botituhe, Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Keluarga, kerabat, dan warga sekitar menyambut kedatangan jenazah dengan penuh haru.
Pada prosesi pemakaman, pihak TNI Angkatan Laut menyampaikan bahwa karena gugur akibat longsor saat bertugas, Serda Rein Pasau diberikan kenaikan pangkat anumerta dari Serda menjadi Sertu Marinir, sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian almarhum. (Ren)