Go-Pena Baner

Thursday, 09 July, 2026

Dua Dekade FESBUDJATON, Warisan Budaya Jaton Terus Dijaga Lintas Generasi

Responsive image
Foto bersama Pembukaan FESBUDJATON XX.

Gorontalo – Festival Budaya Jaton (FESBUDJATON) ke-XX se-Indonesia Timur Tahun 2026 resmi dibuka di Arena Pentas FESBUDJATON XX, Lapangan PORSID, Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (8/7/2026).

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai daerah. Dua Dekade Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur turut menghadiri pembukaan festival sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat Jaton.

Menurut Sugondo, Festival Budaya Jaton bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang penting untuk menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus.

"Budaya adalah jati diri sebuah daerah. Melalui Festival Budaya Jaton ini kita tidak hanya menampilkan seni dan tradisi, tetapi juga memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta rasa bangga terhadap warisan budaya yang kita miliki," ujarnya.

Ia menilai keberlangsungan festival selama dua dekade menunjukkan komitmen masyarakat Jaton dalam menjaga tradisi di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Karena itu, Sugondo mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut terlibat aktif dalam melestarikan berbagai tradisi, kesenian, dan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Jaton.

"Generasi muda harus menjadi pelaku utama dalam menjaga budaya. Jangan sampai warisan yang sangat berharga ini perlahan hilang karena kurangnya kepedulian. Justru mereka harus menjadi penerus yang mampu mengenalkan budaya Jaton kepada masyarakat yang lebih luas," katanya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Sugondo juga berharap festival tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo.

Menurutnya, kegiatan budaya yang dikemas secara baik akan menarik minat wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Pemerintah Kabupaten Gorontalo tentu mendukung penyelenggaraan kegiatan seperti ini. Budaya dapat menjadi kekuatan dalam membangun daerah, mempererat persatuan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkapnya.

Festival Budaya Jaton XX se-Indonesia Timur dijadwalkan menghadirkan beragam pertunjukan seni, budaya, dan tradisi khas masyarakat Jaton yang menjadi simbol keberagaman sekaligus kekayaan budaya di Provinsi Gorontalo. (Fikri)


Share