Go-Pena Baner

Tuesday, 01 September, 2026

Dr. Arfiani Rizki Paramata Berbagi Gagasan Pariwisata Pesisir Indonesia di Women’s Leadership Conference di Singapura

Responsive image
Akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Arfiani Rizki Paramata (Kanan) menjadi pembicara di Women’s Leadership Conference di Singapura . (Foto : Dok Pribadi)

SINGAPURA — Akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Arfiani Rizki Paramata, tampil sebagai salah satu pembicara internasional dalam FAMPOSO Global Women’s Leadership Conference & Investment Forum 2026, yang berlangsung di Marina Bay Sands, Singapura, 28–29 Agustus 2026.

Keterlibatan Dr. Arfiani dalam forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk membawa perspektif akademisi Indonesia, khususnya dari Gorontalo, dalam pembahasan mengenai investasi pariwisata, kesehatan, wellness, dan masa depan pembangunan berkelanjutan.

Dr. Arfiani menjadi bagian dari sesi “Longevity & Wellness Capital Forum” dengan tema “Health, Wealth & Legacy in the Age of 100-Year Lives: Investing in Longer, Healthier and More Meaningful Lives.” Forum ini membahas peluang investasi yang mengintegrasikan kesehatan, kesejahteraan, kekayaan, serta kualitas hidup manusia dalam menghadapi meningkatnya usia harapan hidup. 

Pariwisata di Indonesia tidak hanya Bali tapi banyak pulau termasuk sulawesi khususnya Gorontalo.

"Secara profesional sebagai akademisi menggagas keunikan pesisir segi fisik dan kimia pandangan scientific, secara personal saya juga pelaku wellness tourism, berwisata untuk penyembuhan. Yoga, meditasi, spiritual healing. Laut itu penyembuh, " ujarnya. 

Dalam sesi tersebut, Dr. Arfiani membahas potensi kekayaan maritim Indonesia, khususnya kawasan pesisir dan kelautan, untuk dikembangkan menjadi destinasi Scientific Wellness Tourism yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan investasi tinggi, tetapi juga mendukung konsep longevity dan healthy living.

Ia berbagi panggung dengan sejumlah tokoh dan profesional dari berbagai negara, di antaranya Ms. Ir. Rizki Handayani Mustafa, MBTM, Deputy Minister Industry and Investment Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; Dr. Azhar Shaikh, Professor dari Universiti Malaysia Sarawak; H.E. Hotmangaradja Pandjaitan, Ambassador of Indonesia to Singapore; serta Ms. Riena Astuty, Head of Division for Organisations and Human Resources Affairs.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadikan sesi diskusi semakin beragam, dengan perspektif yang berasal dari kalangan pemerintah, akademisi, diplomasi, serta profesional dan pengembangan sumber daya manusia. FAMPOSO sendiri menyebut sesi Longevity & Wellness Capital Forum sebagai salah satu agenda utama yang mempertemukan para pembicara untuk membahas investasi dalam kehidupan yang lebih panjang, sehat, dan bermakna. 

Selain sesi tersebut, FAMPOSO Women’s Leadership Conference 2026 juga mempertemukan berbagai pemimpin, investor, pelaku bisnis, akademisi, pembuat kebijakan, dan changemakers dari berbagai negara. Agenda FAMPOSO berlangsung bersamaan dengan Family Office Conclave & Global Investment Forum, yang diarahkan untuk membuka peluang jejaring, investasi, dan kolaborasi lintas negara. 

Bagi Dr. Arfiani Rizki Paramata, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk bertukar gagasan di tingkat internasional sekaligus memperkenalkan potensi Indonesia, termasuk kekayaan maritim dan pariwisata berbasis kesehatan.

Ia berharap forum tersebut dapat membuka ruang kolaborasi baru dalam mengembangkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, berbasis sains, berorientasi pada kesehatan, serta memiliki daya tarik investasi global.

Keterlibatan Dr. Arfiani juga menjadi capaian tersendiri bagi Universitas Negeri Gorontalo. Kehadirannya menunjukkan bahwa akademisi dari Gorontalo dapat mengambil bagian dalam forum internasional yang mempertemukan pemikiran tentang kepemimpinan, investasi, pariwisata, kesehatan, dan pembangunan masa depan. (Wan) 


Share