Go-Pena Baner

Tuesday, 29 September, 2026

Cek Kesehatan Gratis Puskesmas Limboto jadi Contoh Bagi Kabupaten Bulungan

Responsive image
Pengelola Program CKG Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo, Mohamad Tamam saat memaparkan praktik baik pelaksanaan CKG

PEMPROV - Provinsi Gorontalo mendapat perhatian dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo, direkomendasikan sebagai narasumber praktik baik pelaksanaan CKG pada Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Permintaan praktik baik tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan melalui surat tertanggal 23 September 2026. Puskesmas Limboto diminta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan CKG, mulai dari strategi peningkatan cakupan hingga tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Kegiatan evaluasi dilaksanakan Senin (28/09/2026), di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Puskesmas Limboto menjadi salah satu narasumber dengan materi Best Practice Pelaksanaan CKG yang disampaikan secara daring, bersama Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan.

Pengelola Program CKG Puskesmas Limboto, Mohamad Tamam, memaparkan strategi pelaksanaan CKG melalui inovasi “MAS TAMAM” (MAri Semangat Temukan dan Atasi Masalah penyakit sejak dini). Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini dan tindak lanjut faktor risiko penyakit.

Berdasarkan data Puskesmas Limboto, capaian CKG sekolah mencapai 6.153 dari 8.571 sasaran atau 71,8 persen, sedangkan CKG umum mencapai 31.505 dari 43.237 sasaran atau 72,8 persen. Pelaksanaan diperluas melalui Posyandu, kunjungan dari rumah ke rumah, institusi, kegiatan pemerintahan dan kegiatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan pengalaman Puskesmas Limboto menjadi bagian dari pembelajaran antardaerah dalam memperkuat pelaksanaan CKG.

“Praktik baik CKG bukan hanya tentang capaian skrining, tetapi bagaimana hasil pemeriksaan ditindaklanjuti. Pengalaman Puskesmas Limboto menunjukkan pentingnya memperluas jangkauan masyarakat, menemukan faktor risiko sejak dini, dan memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai indikasi,” ujar Anang.

Sementara itu, Mohamad Tamam mengatakan edukasi menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Menurutnya, masih terdapat anggapan bahwa skrining hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang sakit.

“Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa skrining dilakukan bagi yang sehat maupun yang sakit. Tidak semua penyakit langsung menunjukkan gejala, sehingga deteksi dini penting untuk menemukan faktor risiko dan menentukan tindak lanjut,” kata Tamam. (*)


Share