Go-Pena Baner

Tuesday, 29 September, 2026

30 Balita Jadi Sasaran PMT Lokal, Seruni KMP Dukung Percepatan Penanganan Stunting di Gorontalo

Responsive image
Edukasi gizi kepada orang tua balita di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.

PEMPROV - Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) mulai memperkuat dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo melalui intervensi Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi balita pra-stunting di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan kunjungan Seruni KMP ke Provinsi Gorontalo pada 13–14 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Seruni diarahkan untuk melihat secara langsung inovasi dan praktik penanggulangan stunting yang dikembangkan di Gorontalo melalui Mo’osehati Terpadu, khususnya di Kecamatan Kabila Bone.

Intervensi awal PMT menyasar 30 balita dengan kondisi berat badan tidak naik (BB tidak naik) serta satu balita wasting. Pemberian PMT disertai pemantauan pertumbuhan dan pendampingan sesuai kondisi masing-masing sasaran, sehingga intervensi tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga pada pemantauan dan tindak lanjut kondisi balita.

Persiapan kegiatan telah dikoordinasikan melalui sejumlah pertemuan secara daring dan luring bersama Ketua Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Ny. Hj. Nani Ismail Mokodongan, serta jajaran terkait. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan dukungan Seruni dapat terintegrasi dengan program penanggulangan stunting yang telah berjalan di daerah.

Mo’osehati Terpadu menjadi salah satu pendekatan yang menghubungkan berbagai program dan sumber daya dalam penanganan masalah gizi di tingkat masyarakat. Integrasi tersebut mencakup Posyandu 6 SPM, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dapur DASHAT, Rumah Desa Sehat, Puskesmas, kader, tenaga gizi, hingga pendampingan keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan dukungan Seruni diharapkan tidak berdiri sebagai intervensi terpisah, tetapi menjadi bagian dari ekosistem penanggulangan stunting yang telah dibangun di Gorontalo.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan kunjungan Seruni KMP untuk melihat secara langsung bagaimana Mo’osehati Terpadu mengintegrasikan berbagai program dan sumber daya dalam penanggulangan stunting. Dukungan PMT lokal ini menjadi contoh bagaimana intervensi dapat dilakukan secara konkret, terarah, dan terintegrasi dengan pelayanan yang sudah berjalan di masyarakat,” kata Anang.

Pada pelaksanaan hari pertama PMT, turut dilakukan edukasi gizi kepada orang tua balita sasaran oleh Ketua Tim Kerja Peduli Stunting, Yustiyanty Monoarfa, mengenai pemenuhan gizi dan pengasuhan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan juga diawali dengan penimbangan sebagai data dasar intervensi.

Selain itu, mahasiswa Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo melakukan wawancara kepada orang tua balita sasaran untuk mendokumentasikan kondisi awal dan mendukung proses pemantauan selama rangkaian intervensi.


Share