UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merilis hasil investigasi terkait meninggalnya Muhammad Jeksen, mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS), saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Butaiyo Nusa (BTN).
Ketua Tim Investigasi FIS UNG, Joni Apriyanto, menjelaskan pihaknya telah menelusuri proses administrasi kegiatan, mewawancarai peserta Diksar, panitia, pengurus Mapala, serta pejabat terkait.
“Kami melakukan analisis kronologi kejadian, identifikasi faktor penyebab, hingga konfrontasi silang kepada semua unsur yang diperiksa,” ujar Joni, Jumat (26/9/2025).
Ia menegaskan, temuan tim menunjukkan adanya kelalaian serius.
“Tidak ada surat izin resmi dan tidak ada rencana mitigasi risiko. Selain itu, kegiatan outdoor ini dilaksanakan tanpa sepengetahuan pimpinan fakultas dan SOP Mapala tidak dijalankan dengan disiplin,” kata Joni.
Temuan Utama
Administrasi: Kegiatan Diksar tidak memiliki surat izin resmi dan tidak mencantumkan rencana mitigasi risiko. Fakultas hanya mengeluarkan Surat Keputusan pembentukan kepanitiaan sebagai dasar bantuan dana, tanpa izin kegiatan di luar kampus.
Manajerial dan Pengawasan: Tidak ada pengawasan dari pihak fakultas karena pimpinan tidak mengetahui kegiatan outdoor tersebut. SOP Mapala dinilai tidak dijalankan secara disiplin.
Rekomendasi Sanksi
Tim merekomendasikan:
Penataan dan penguatan regulasi standar keselamatan untuk seluruh kegiatan mahasiswa di UNG.
Pembekuan sementara aktivitas Mapala Butaiyo Nusa tanpa batas waktu.
Sanksi skorsing dua semester bagi Ketua Mapala dan panitia Diksar, dengan ancaman pemecatan jika terbukti melakukan tindak pidana.
Sanksi keras kepada pimpinan Fakultas Ilmu Sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
Dukungan penuh terhadap proses hukum yang tengah dilakukan pihak kepolisian.
“Rekomendasi ini kami sampaikan agar menjadi pelajaran penting. Keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas utama setiap kegiatan kampus,” tegas Joni.
UNG menegaskan akan mendukung penyelidikan aparat penegak hukum dan memastikan langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang. (Wan)