Gorontalo - (Go-Pena.id) - Berkurangnya pengunjung di Pasar Sentral saat ini, juga dipengaruhi oleh banyaknya pasar liar yang ad di Kota Gorontalo. Hal ini diungkapkan langsung oleh pedagang yang ada di Paasar Sentral.
"Kalau mau pasar rame kami ingin pasar-pasar liar itu bisa diterbitkan, karena mau gimana juga pasti keinginan orang-orang untuk membeli sesuatu itu mereka pasti mau yang lebih dekat, jika ada pasar liar pasti mereka kesana ketimbang harus jauh-jauh ke sini," jelas pedagang Sayur.
Hal inipun mendapatkan perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota (Dekot) Gorontalo, Darmawan Duming. Pasalnya berkurangnya pengunjung di pasar Sentral juga berpengaruh terhadap Retribusi pasar.
"Ditahun 2024 retribusi pasar kita itu minim, bahkan jauh dari target yang sudah ditetapkan, dan kami tidak ingin itu terjadi lagi di tahun 2025, kami berharap target-target yang sudah kita sepakati di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Gorontalo tahun 2025 ini bisa tercapai," jelas Darmawan
Lanjut Wakil Ketua Komisi I Dekot, itu menambahkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, dinilai belum maksimal dalam melakukan penertiban pedagang pasar liar, yang juga berpengaruh terhadap itu pasar-pasar tradisional maupun pasar sentral. Padahal Kota Gorontalo memiliki aturan yang jelas untuk dijadikan landasan dalam penertiban Keberadaan pasar liar yang kegiatan jual belinya tidak diatur oleh pemerintah, dan tentunya tidak memberikan retribusi.
"Sampai dengan hari ini pemerintah kota belum maksimal, mereka cuma sampai pada imbauan tetapi belum ada eksekusi. Nah saya minta hari ini untuk dieksekusi, kita tidak perlu takut, kita ada Perda terkait dengan pedagang kaki lima, Perda terkait dengan ketertiban umum kota ada, Perda terkait penyelenggaraan pasar kita ada. Mau apa lagi, semuanya ada. Payung hukumnya sangat jelas,” pungkas Legislator Partai PDIP.