PEMKOT - Seluruh lurah di Kota Gorontalo mendapat peringatan keras dari Wali Kota Adhan Dambea. Peringatan tersebut disampaikan Adhan saat rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang diselenggarakan di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (25/3/2026).
Kata Adhan, peringatan itu ia sampaikan ketika mendapatkan protes yang dilayangkan warga melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp kepadanya.
"Tadi saja, barusan ada yang WhatsApp ke saya. Kasie Kesra Heledulaa Utara dikeluhkan warga," ungkap Adhan.
Adhan menegaskan, persoalan yang muncul tidak hanya terkait pelayanan, namun juga adanya lurah yang tidak menghadiri kegiatan sosial di kelurahan.
"Bahkan, ada lurah yang tidak datang di kedukaan yang ada di wilayahnya," ujar Adhan.
Mengatasi persoalan ini, Wali Kota Girontalo menginstruksikan seluruh camat untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pembangunan, pemerintahan, dan kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh lurah.
"Mulai senin depan, camat evaluasi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang diselenggarakan Pemerintah kelurahan. Setiap senin harus dilaksanakan. Saya akan pantau, saya akan evaluasi," tegas Adhan.
Penegasan tersebut menjadi alarm bagi seluruh lurah untuk meningkatkan kinerja, utamanya dalam pelayanan kepada publik.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Adhan Dambea juga mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, meningkatkan pengawasan penggunaan handphone di kalangan anak-anak. Hal ini disampaikan mengingat mulai maraknya kasus pelecehan di Kota Gorontalo, dengan pelaku bahkan termasuk anak-anak yang masih bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Belum lama ini ada kasus pelecehan yang terduga pelakunya siswa SMP. Ini harus jadi perhatian kita semua, terutama OPD terkait," tegas Wali Kota Adhan.
Wali Kota Adhan mengaku geram dengan peristiwa tersebut dan akan terus mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan handphone oleh anak-anak.
"Karena pemicunya dari penyalahgunaan Handphone," tutur sosok yang pernah menjabat di parlemen Kota dan Provinsi Gorontalo itu.
Dia juga menyampaikan bahwa pada agenda ronda kelurahan yang akan diselenggarakan setelah Lebaran Ketupat, pengawasan terhadap penggunaan teknologi akan menjadi poin utama yang disosialisasikan kepada masyarakat. Untuk itu, Wali Kota Adhan meminta para lurah untuk menghadirkan masyarakat luas pada agenda tersebut.
"DPPKBP3A juga saya minta masif mengawasi. Biar kasus pelecehan terus tereliminir di daerah yang kita cintai ini," tutup Wali Kota Adhan. (*)