Go-Pena Baner

Thursday, 09 April, 2026

Kaderisasi HMI Melahirkan Pemimpin: Viva Yoga Ungkap Perjalanan Penuh Ujian

Responsive image
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Sekdaprov Sofian Ibrahim, Bupati Gorontalo Utara serta Anggota DPRD Provinsi Gorontalo bersama Menteri Transmigrasi Viva Yoga pada malam Halal Bihalal KAHMI/HMI – FORHATI/KOHATI di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (8/4/2026).

GORONTALO - Momen halal bihalal alumni dan kader KAHMI/HMI – FORHATI/KOHATI Gorontalo bersama Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menjadi ajang refleksi perjalanan panjang kader HMI dalam menempa diri sebagai pemimpin.
Dalam sambutannya di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu (8/4/2026), mantan Ketua HMI Denpasar periode 1992–1993 itu mengisahkan perjuangannya yang tidak selalu mulus. Ia mengaku pernah dua kali gagal saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI.
“Saya pernah dua kali mencalonkan diri sebagai Ketua PB HMI, dan dua-duanya kalah. Bahkan waktu itu sudah menyiapkan dua buku sebagai produk intelektual, tapi ternyata tidak berpengaruh signifikan,” kenangnya.
Namun, kegagalan tersebut tidak menghentikan langkahnya. Viva Yoga akhirnya dipercaya memimpin PB HMI periode 1995–1997. Ia menegaskan bahwa proses kaderisasi di HMI memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kepemimpinannya hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri di era Presiden Prabowo Subianto.
“HMI adalah ruang pengkaderan, baik formal maupun nonformal. Saya bisa sampai di titik ini karena proses di HMI. Banyak tokoh lahir dari sini, termasuk Kakanda Gusnar yang kini menjadi gubernur,” ujarnya.
Halal bihalal tersebut juga menjadi momen reuni antara Viva Yoga dan Thariq Modanggu. Thariq yang saat ini menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara sekaligus Koordinator Presidium Wilayah KAHMI Gorontalo, pernah dilantik langsung oleh Viva Yoga saat menjadi pengurus BADKO HMI periode 1995–1997.
“Alhamdulillah, hari ini kami dipertemukan kembali. Dulu saya dilantik sebagai kader, sekarang kami bertemu dalam posisi pengabdian masing-masing,” ungkap Thariq.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang juga merupakan mantan Ketua HMI Cabang Manado tahun 1983, menyampaikan bahwa HMI adalah proses panjang yang membentuk kedewasaan berpikir dan sikap.
“HMI mengajarkan kita tentang proses—tentang menang dan kalah. Kekalahan tidak untuk diratapi, tapi menjadi pelajaran. Ketika diberi amanah, harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegas Gusnar.
Dalam kesempatan tersebut, Gusnar juga menitipkan tiga agenda strategis untuk diperjuangkan oleh alumni dan kader HMI, yakni perluasan Bandara Djalaluddin sebagai embarkasi haji, alih status IAIN Sultan Amai menjadi UIN, serta pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre.
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga mempertegas peran HMI sebagai kawah candradimuka yang terus melahirkan kader-kader pemimpin bangsa.
Halal Bihalal ini dihadiri oleh para Kader HMI dan KAHMI, pejabat pemerintah Provinsi Gorontalo, serta anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki. (*)


Share