DPRD KOTA (Go-pena.id)-Festival Kota Tua yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo mendapat beberapa komentar dari anggota DPRD Kota Gorontalo. Kali ini komentar dilayangkan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Gorontalo, Muksin Brekat.
Kata Muksin alasan dirinya tidak setuju dengan digelarnya festival itu karena lokasi dan waktunya kurang tepat alias tidak representative.
“Lokasinya tidak representative. Namanya festival kan kita jual hal yang menarik atau estetik, nah, tapi hari ini lokasi itu masih dianggap kumuh dan ada proyek yang belum selesai, tapi malah dijadikan lokus festival,” ujar Muksin Brekat saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD Kota Gorontalo.
Dari sisi estetika dan fungsinya festival itu memang dinilai kurang tepat, maka dari itu kata dia DPRD Kota Gorontalo selanjutanya akan mengundang OPD terkait guna membahas kembali festival yang menggunakan anggaran sebesar Rp 750 Juta itu.
“Kalau perlu mereka mempresentasikan urgensi dari digelarnya agenda tersebut,” tambahnya.
Dirinya sendiri mempertanyakan urgensi dari kegiatan itu, sebab pihaknya khawatir agenda itu tidak akan membuahkan apa-apa selain buang-buang anggaran.
“Kalau tidak ada outcome-nya untuk masyarakat lebih baik tidak dilaksanakan. Mendingan dananya dibagikan saja ke masyarakat yang membutuhkan modal usaha seperti UMKM dan sebagainya,” tegas Muksin.
“Atau alihkan dananya untuk pemugaran tempat wisata yang representative,” tandasnya.
Diketahui festival Kota Tua sendiri direncanakna akan dilaksanakan pada 8 hingga 11 November 2023 mendatang di Kota Gorontalo, yang isinya berupa pegelaran seni lokal Gorontalo, pameran UMKM, dan beberapa rangkaian acara menarik lainnya.