Go-Pena Baner

Monday, 12 October, 2026

Di Munas KOPEK, Nelson Pomalingo Dorong Perbaikan Rantai Pasok Kelapa

Responsive image
Prof Nelson Pomalingo Hadir dalam Munas KOPEK ke-II di Manado, 10/10/2026 (Foto : Istimewa)

Manado, (Go-Pena.id) — Penguatan industri kelapa dari hulu hingga hilir menjadi salah satu agenda utama yang didorong Ketua Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd., dalam Musyawarah Nasional (Munas) KOPEK dan peringatan World Coconut Day 2026 di Manado, Sulawesi Utara, yang dilaksanakan mulai 07 Oktober 2026 sampai 10 Oktober 2026.

Alih-alih hanya berfokus pada peningkatan produksi, Nelson menilai pengembangan kelapa perlu diikuti dengan kepastian harga di tingkat petani, ketersediaan bibit unggul, serta industrialisasi produk turunan agar komoditas tersebut memberikan nilai tambah bagi daerah penghasil.

“ Sektor hulu kita dorong mulai dari penyediaan bibit berkualitas melalui teknologi kultur jaringan, sementara di sektor hilir difokuskan pada industrialisasi terpadu,” ujar Nelson.

Menurut dia, dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat pengembangan industri kelapa nasional.

Munas KOPEK yang berlangsung di Manado juga merumuskan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya memperjuangkan harga kelapa yang menguntungkan petani, memperluas penyediaan benih unggul, serta mengembangkan industri pengolahan yang mampu menghasilkan beragam produk turunan kelapa.

KOPEK turut mendorong usulan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) komoditas kelapa agar mendapatkan perhatian dalam kebijakan pangan strategis. Selain itu, organisasi tersebut menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok melalui Koperasi Merah Putih, pelibatan Perum Bulog dalam penyerapan produk turunan kelapa, serta penguatan peran Badan Otorita Kelapa.

Untuk menindaklanjuti hasil munas, dibentuk tim formatur yang terdiri dari dua unsur pengurus lama dan tiga bupati baru. Tim tersebut diberi waktu satu bulan untuk menyusun struktur organisasi, program kerja, dan kepengurusan definitif KOPEK.

Agenda perkelapaan di Manado berlanjut melalui peringatan World Coconut Day 2026 yang mengangkat tema “Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods” atau kelapa di tengah ketidakpastian untuk menjamin pangan, energi, dan penghidupan.

Kegiatan yang dibuka Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, itu dihadiri delegasi dari 27 negara, termasuk anggota International Coconut Community (ICC), eksportir, serta perwakilan pasar dari Eropa dan Tiongkok.

Berbagai agenda digelar, mulai dari seminar internasional, pertemuan bisnis antarpelaku usaha, pameran industri kelapa, demonstrasi pengolahan produk, hingga kunjungan lapangan ke pusat percontohan pengembangan kelapa dari hulu ke hilir.

Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi kelapa sebagai komoditas yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan, energi, dan ekonomi masyarakat.

Bagi Nelson, pengembangan kelapa juga memiliki kaitan erat dengan pengalamannya saat menjabat Bupati Gorontalo. Pada masa kepemimpinannya, Kabupaten Gorontalo pernah menjadi tuan rumah World Coconut Day, yang memperkenalkan potensi kelapa daerah sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas.

Pengalaman itu menjadi bekal bagi Nelson dalam memperjuangkan kepentingan daerah penghasil kelapa di tingkat nasional. Ia menilai pengembangan komoditas tersebut membutuhkan kesinambungan kebijakan pemerintah, kesiapan petani, pemanfaatan teknologi, investasi, serta akses pasar yang memadai.

Dalam rangkaian Munas KOPEK dan World Coconut Day 2026, Nelson didampingi Sekretaris Jenderal KOPEK H. Alias Wello, mantan Bupati Lingga, Kepulauan Riau. Turut hadir Sekretaris Jenderal APKASI Dr. Joune J. E. Ganda, Bupati Minahasa Utara, serta Direktur Eksekutif KOPEK Ardi Lasimpala dan Dr. Jamal dari sekretariat KOPEK. (*) 


Share