Gorontalo, (Gopena-id) - Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai menginventarisasi sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi lahan pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) Gorontalo. Salah satu titik yang ditinjau berada di Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Jumat (9/10/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan lokasi pembangunan Kodam yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 hingga 2028.
Gubernur Gorontalo mengatakan, pemerintah belum menetapkan lokasi pembangunan Kodam. Saat ini, proses masih pada tahap inventarisasi terhadap sejumlah titik potensial, terutama di sekitar Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
“ Kita menginventarisasi, belum menetapkan. Ada beberapa kemungkinan lokasi pembangunan Kodam Gorontalo yang akan kita lihat. Prinsipnya, kita memanfaatkan ruang yang ada di sekitar Jalan GORR ini,” ujar Gubernur di sela-sela peninjauan.
Alih-alih memusatkan pembangunan di kawasan perkotaan yang ruangnya semakin terbatas, Pemprov Gorontalo mempertimbangkan koridor GORR sebagai kawasan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru.
Menurut Gubernur, kawasan tersebut masih memiliki ruang terbuka yang memungkinkan pembangunan fasilitas berskala besar tanpa menambah tekanan terhadap kawasan perkotaan yang semakin padat.
Selain ketersediaan lahan, pemerintah juga mempertimbangkan potensi panorama Danau Limboto sebagai bagian dari identitas kawasan.
Ia berharap, keberadaan Kodam nantinya tidak hanya menjadi fasilitas pertahanan, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik kawasan melalui pemanfaatan lanskap Danau Limboto.
“Kita memanfaatkan view Danau Limboto supaya menjadi sebuah branding, sebuah tempat yang semua orang bisa lihat. Dari kantor Kodam Gorontalo ini bisa direalisasikan di tempat ini,” katanya.
Gubernur menjelaskan, terdapat sekitar tujuh hingga delapan titik di sepanjang kawasan Jalan GORR yang akan dipertimbangkan. Lokasi-lokasi tersebut masih perlu dikaji sebelum pemerintah menentukan lahan yang akan digunakan.
Terkait waktu pembangunan, Gubernur menyebut pemerintah mengupayakan agar proyek tersebut dapat dimulai pada 2027, dengan rentang target pembangunan hingga 2028. Karena itu, kesiapan lokasi menjadi salah satu hal yang perlu diprioritaskan sejak sekarang.
“Targetnya seharusnya 2027 sampai 2028. Kita berusaha bisa 2027. Makanya lokasinya sudah harus siap,” ungkapnya.
Peninjauan lokasi tersebut turut dihadiri Asisten II Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo.
Inventarisasi ini menjadi langkah awal Pemprov Gorontalo dalam menyiapkan lahan, sembari mengkaji sejumlah alternatif lokasi sebelum keputusan akhir pembangunan Kodam Gorontalo ditetapkan. (Fikri)