Go-Pena Baner

Wednesday, 23 September, 2026

Dari Pinogu, Guru SMAN 1 Sampaikan Harapan Tunjangan Transportasi ke Gusnar

Responsive image
Foto bersama Gubernur Gusnar Ismail dengan jajaran guru dan siswa SMA Negeri 1 Pinogu, Selasa (22/9/2026). (Foto : Mila/Kominfo)

GORONTALO – Kunjungan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail ke Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, dimanfaatkan para guru SMA Negeri 1 Pinogu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang mereka hadapi selama bertugas di wilayah terpencil.

Salah satu aspirasi yang disampaikan yakni terkait tunjangan transportasi bagi guru SMA yang bertugas di daerah terpencil, khususnya Pinogu.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pinogu, Nian Didipu, mengatakan biaya transportasi menuju Pinogu menjadi salah satu persoalan yang cukup berat bagi para guru. Kondisi geografis dan akses menuju wilayah tersebut membuat ongkos perjalanan jauh lebih mahal dibandingkan wilayah lainnya.

Menurutnya, guru SD dan SMP yang bertugas di daerah terpencil telah mendapatkan tunjangan transportasi dari pemerintah kabupaten. Karena itu, ia berharap kebijakan serupa dapat diberikan kepada guru SMA yang bertugas di Pinogu.

“Teman-teman daerah terpencil dari kabupaten SD, SMP itu dapat transportasi untuk guru-guru. Apakah bisa kami dari SMA yang khususnya di Pinogu mendapatkan hal itu?” tanya Nian saat berdialog dengan Gubernur Gusnar Ismail, Selasa (22/9/2026).

Besarnya biaya transportasi menjadi alasan utama para guru mengusulkan adanya dukungan tersebut. Untuk perjalanan dari Tulabolo menuju Pinogu hingga kembali lagi, biaya ojek yang harus dikeluarkan bisa mencapai sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per orang.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Gusnar Ismail menyatakan persetujuannya. Namun, ia menegaskan perlu memastikan terlebih dahulu dasar regulasi agar pemberian tunjangan transportasi bagi guru SMA di wilayah terpencil dapat dilakukan secara tepat.

“Insyaallah, insyaallah. Sambil diingatkan terus ke kepala dinasnya. Kalau gubernur lupa berarti kepala dinas yang lupa,” ujar Gusnar.

Gusnar mengatakan, dirinya secara prinsip menyetujui usulan tersebut. Namun, kebijakan itu harus dimasukkan dalam aturan yang berlaku agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kalau saya setuju sekarang, cuma jangan sampai lupa karena kita harus masukkan lagi di aturan. Ya kan? Biar kita tidak salah,” tegasnya.

Selain persoalan transportasi, para guru SMAN 1 Pinogu juga menyampaikan kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah, serta keterbatasan fasilitas komputer dan jaringan internet.

Keterbatasan fasilitas teknologi tersebut turut berdampak pada pelaksanaan kegiatan akademik siswa. Salah satunya ketika siswa harus mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang selama ini masih harus dilakukan dengan mendatangi wilayah Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Berbagai aspirasi tersebut menjadi gambaran langsung mengenai kondisi pendidikan di wilayah terpencil yang ingin dilihat Gusnar selama melakukan kunjungan ke Pinogu.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah provinsi untuk mendengar langsung kebutuhan guru dan siswa, terutama terkait akses transportasi, sarana pendidikan, air bersih, hingga konektivitas internet yang menjadi bagian penting dalam menunjang proses belajar mengajar. (*)


Share