Go-Pena Baner

Wednesday, 28 January, 2026

Dari Cetak ke Digital, Al-Qur’an Bahasa Gorontalo akan Siap Diluncurkan

Responsive image
Kepala Pusat Studi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah, Suleman Bouti,

UNG - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Pusat Studi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah tengah menyiapkan digitalisasi Al-Qur’an terjemahan bahasa Gorontalo. 

Upaya ini dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat sekaligus melestarikan bahasa daerah.

Kepala Pusat Studi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah, Suleman Bouti, mengatakan terjemahan Al-Qur’an ke bahasa Gorontalo sebelumnya sudah pernah dicetak. Namun kali ini, pihaknya akan menghadirkan dalam bentuk website dan aplikasi.

"Terjemahan Al-Qur’an ke bahasa daerah ini sebelumnya sudah pernah ada, pernah kami inisiasikan dan sudah dicetak, tapi kali ini kami ingin hadirkan versi digitalnya," jelas Suleman, Kamis (14/8/2025).

Ia menambahkan, terjemahan Al-Qur’an ke bahasa Gorontalo pertama kali digagas oleh Gusnar Ismail saat menjabat Wakil Gubernur Gorontalo. Gagasan tersebut kini dilanjutkan dengan sentuhan teknologi agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

"Awalnya ini ide Pak Gusnar, sudah lama sekali ini sebelum beliau terpilih jadi gubernur tahun 2025. Saat itu beliau masih wakil," ujarnya.

Menurut Suleman, Gubernur Gorontalo tersebut sudah memberikan persetujuan dan siap bekerja sama. Proyek ini juga akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo, serta para ahli bahasa Arab yang menguasai bahasa Gorontalo.

Rencananya, pada September mendatang akan digelar Forum Group Discussion (FGD) untuk mematangkan konsep dan teknis pengerjaan. 

Lebih lanjut, Rektor UNG juga telah memberikan dukungan penuh, bahkan pihak kampus akan membackup seluruh kebutuhan teknis, mulai dari perancangan hingga publikasi. Tim kerja khusus pun sudah dibentuk untuk mempersiapkan tahapannya.

"Alhamdulillah Pak Rektor juga sudah mantap, saya sudah kirimkan konsepnya dan beliau setuju. Tentunya akan bantu mendukung project digitalisasi alquran ini," lanjut Suleman.

Versi digital dipilih karena biaya cetak yang cukup mahal dan proses yang memakan waktu lama. Selain itu, format digital lebih praktis, bisa diakses kapan saja, dan menjadi sarana untuk mengangkat kekayaan lokal. 

Sementara itu Ikatan Qori dan Qoriah Gorontalo juga akan dilibatkan dalam pembacaan dan perekaman audio yang akan menjadi bagian dari Al-Qur’an digital ini. 

"Sama seperti aplikasi Alquran lain yang bisa pakai Qori dari Mekkah atau Madinah, nah menariknya digitalisasi Alquran bahasa Gorontalo ini nanti akan kami gunakan para Qori lokal juga yang memang orang Gorontalo," ungkap Suleman.

Proyek ini ditargetkan rampung tahun depan dan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami Al-Qur’an sekaligus menjaga kelestarian bahasa Gorontalo. (Ren)


Share