POHUWATO - Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group, produsen wood pellet dengan izin kapasitas produksi terbesar di Indonesia, meneguhkan komitmennya pada energi terbarukan dan kesejahteraan masyarakat melalui perayaan penanaman pohon gamal ke-20 juta. Perayaan dikemas dalam Family Gathering Keluarga Besar BJA Group di Lapangan Proklamasi, Popayato, yang menghadirkan lebih dari 3.000 karyawan dan keluarganya. Sabtu (22/11/2025)
Acara yang dimeriahkan hiburan, lomba, dan door prize itu juga melibatkan 78 UMKM lokal. Hadir Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Anggota DPRD Pohuwato, jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, serta para kepala desa dari 15 desa binaan BJA Group.
Suara Karyawan untuk Masa Depan Ekonomi Daerah
Bobi Dalantang, perwakilan karyawan, mengungkapkan rasa syukur atas investasi BJA yang membuka lapangan kerja bagi putra-putri daerah.
“Saya bersyukur bisa bekerja di kampung sendiri dengan penghasilan yang lebih baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rahmatia Mutalib, karyawan Divisi Administrasi. Ia meminta dukungan pemerintah dan masyarakat agar operasional perusahaan tetap berjalan. “Ribuan karyawan bergantung pada BJA. Jika perusahaan ditutup karena isu tidak benar, ke mana kami harus mengadu?” tegasnya.
Kontribusi Besar BJA untuk Gorontalo
BJA Group saat ini mempekerjakan 1.501 tenaga kerja, dan 84,5% di antaranya merupakan putra-putri Gorontalo. Setiap bulan perusahaan mengalirkan sekitar Rp6,8 miliar untuk gaji karyawan, yang berdampak signifikan pada perputaran ekonomi di Kabupaten Pohuwato.
Direktur BJA Group, Zunaidi, menegaskan bahwa perusahaan beroperasi tanpa deforestasi. “Kami melakukan reforestasi dengan menanam gamal di lahan 4.000 hektare. Apa yang kami tanam hari ini untuk menghijaukan masa depan,” katanya.
Hingga 18 November 2025, BJA Group telah mengekspor 530.461 ton wood pellet senilai US$ 74,17 juta.
Pemerintah Apresiasi, Angka Kemiskinan Turun
Bupati Saipul A. Mbuinga menyambut baik capaian penanaman 20 juta pohon tersebut. Target RPJMD Pohuwato 2025–2029 hanya 1 juta pohon, dan telah terlampaui oleh kontribusi BJA.
Ia juga menegaskan bahwa investasi BJA berdampak langsung pada penurunan kemiskinan. “Angka kemiskinan Pohuwato turun dari 17,11% (2024) menjadi 15,25% tahun ini. BJA menjadi bagian dari keberhasilan itu,” ujar Saipul.
Bupati mengajak masyarakat meninggalkan opini tidak benar terkait investasi. “Banyak daerah ingin investasi seperti ini. Kita harus mengelola keberkahan ini dengan baik.”
Tentang BJA Group
BJA Group, berdiri tahun 2019 di Pohuwato, adalah pelopor produksi pelet kayu berbasis energi terbarukan. Hingga Maret 2025, investasi yang digelontorkan mencapai Rp1,53 triliun dengan izin produksi 900.000 ton wood pellet per tahun. Bahan baku berasal dari kayu hasil penyiapan lahan PT BTL dan PT IGL, yang kemudian ditanami Gamal dan Kaliandra sebagai sumber biomassa berkelanjutan. (*)