Go-Pena Baner

Tuesday, 10 February, 2026

Transformasi IAIN Gorontalo Jadi UIN, Wagub Dorong Kampus Lebih Kompetitif

Responsive image
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahida RH, saat memberikan sambutan dalam Raker IAIN Gorontalo. Jumat (6/2/2026)

GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah RH,  menghadiri dan memberikan sambutan dalam Rapat Kerja IAIN Gorontalo yang digelar di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Jumat (6/2/2026).
Dalam sambutannya, Idah Syahidah RH menegaskan bahwa transformasi IAIN Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah proses besar yang menuntut kesiapan seluruh elemen kampus. Menurutnya, perubahan status tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.
“Transformasi ini ibarat berenang di samudra yang luas. Tantangannya jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Karena itu, perubahan ini harus diiringi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan seluruh stakeholder di lingkungan kampus,” ujar Idah.
Idah menjelaskan, dengan perubahan IAIN menjadi UIN, cakupan fakultas akan semakin luas. Kondisi tersebut menuntut kesiapan kampus dalam menjaga wajah dan nilai-nilai Islam, sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman.
Ia juga menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkarakter di Provinsi Gorontalo, terutama di tengah era globalisasi dan kompetisi yang semakin ketat.
“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus kokoh secara moral dan nilai. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menjadikan nilai adat dan religius sebagai spirit pembangunan masyarakat Gorontalo,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Idah turut menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gorontalo yang menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Pada 2025, IPM Gorontalo tercatat sebesar 72,62 persen, meski masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 75,90 persen.
“Angka ini menunjukkan kemajuan, namun juga menjadi pengingat bahwa masih ada ruang besar untuk terus berbenah. Transformasi IAIN menjadi UIN diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas SDM di Gorontalo,” jelasnya.
Idah juga mengingatkan pentingnya peran mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik semata, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui kegiatan organisasi, kewirausahaan, dan aktivitas produktif lainnya.
“Mahasiswa harus menjadi generasi yang berkualitas dan adaptif. Kampus harus mampu menjadi rumah ilmu sekaligus ruang pembentukan karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.
Rapat kerja tersebut menjadi momentum penting bagi IAIN Gorontalo untuk menyatukan langkah dan strategi dalam menghadapi proses transformasi menuju UIN yang unggul, inklusif, dan berdaya saing. (Wan)


Share