Iklan Go-pena.id Susunan Redaksi Tentang Kami
Go-Pena Baner

Tuesday, 30 November, 2021

Tindak Lanjut Regional Meeting, UNG FGD Bersama Kemendes PDTT

Responsive image
FGD yang dilaksanakan oleh UNG dan Kemendes PDTT

UNG (Go-Pena.id) - Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Regional Metting, Universitas Negeri Gorontalo bersama tim Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Tomini melaksanakan focus group discussion, dalam upaya perencanaan wilayah dan pemetaan potensi KEK Teluk Tomini.
Dalam FGD tersebut, Arum Kusumaningtias yang menjadi konsultan KEK Teluk Tomini sekaligus ahli kebijakan publik menjelaskan bahwa KEK Teluk Tomini menjadi satu-satunya yang terbesar dan terbaru karena pengelolaannya berbasis desa.

“Untuk itulah manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat desa,” ujar Arum.

Senada dengan Arum, Greg Wiryanto yang merupakan Tim Ahli Arsitektur Lanskap pun menyatakan bahwa, dalam pengembangannya lanskap KEK ini harus berbasis kultural. Artinya pengembangan KEK Teluk Tomini ini penting untuk dipetakan sesuai dengan basis kebudayaan masing-masing desa.

Sementara itu Rektor UNG Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPM., mengatakan bahwa pelaksanaan KEK berbasis Perdesaan harus menjadi prioritas demi kelangsungan masyarakat desa, khususnya dalam program pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Meskipun desa menjadi produsen terbesar untuk menyangga kebutuhan kawasan perkotaan, namun merekalah subjek yang selama ini tidak pernah terbebas dari kemiskinan,” ujar Eduart.

FGD Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Tomini lahir dengan kesimpulan untuk membentuk Ekosistem Ekonomi Kawasan. Sebab dalam penanganannya, KEK tidak bisa langsung dilaksanakan dengan kepentingan membangun berbagai infrastruktur fisik, namun kopong infrastruktur sosial.

“Yang dimaksud dengan infrastruktur sosial ini merujuk pada proses penguatan kapasitas manusia,” kata Eduart.

Proses penguatan ini bertujuan untuk membangun komunitas masyarakat agar memiliki tujuan, visi dan misi yang ingin dicapai bersama untuk menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks. Penguatan kapasitas manusia ini juga tidak bisa melepaskan kebudayaan dan adat istiadat setempat. Justru, ekosistem ekonomi kawasan ini dikembangkan dengan syarat-syarat kebudayaan untuk memperkuat sektor-sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk membantu perekonomian masyarakat lewat berbagai program asistensi yang dilaksanakan oleh universitas. (IP-03/Rah)


Share