Go-Pena Baner

Thursday, 29 January, 2026

Tembus Peksiminas, Teater dengan Judul Selir Manjakan Mata para Penonton

Responsive image
Para penampil saat mengabadikan momen, Sabtu (18/11/2023)

Gorontalo - (Go-Pena.id) - Naskah monolog dengan judul Selir yang sudah tembus hingga ke Peksiminas dikemas kembali dalam sebuah pertunjukkan teater tiga babak di lapangan Rektorat Universitas Negeri Gorontalo, Sabtu (18/11/2023).
Teater ini menceritakan tentang latar belakang India yang dahulu menceritakan bahwa perang perbedaan agama dan warna adalah suatu perbedaan yang ikonik yang mengarah pada suatu perbedaan. 
Sutradara Alifa Aulia Jusuf mengatakan bahwa naskah ini dipentaskan agar dapat menginspirasi semua khalayak untuk lebih bisa mengekspor kreativitas atau potensi yang ada di dalam diri. 
Hal ini tidak terlepas dari adanya pesan tersirat yang ingin di sampaikan oleh  dirinya yang merupakan penulis naskah tersebut.
"Pesan tersirat yang ingin kami sampaikan yakni, keserakahan manusia tidak akan pernah terhenti sampai mata tertutup tanah, laki-laki tidak akan pernah cukup dengan satu wanita dan yang terakhir rasa besar memaafkan yang ada di dalam diri perempuan dari pada membenci laki-laki,"jelasnya.
Sementara itu, Dinahkodai oleh sutrada yang berpengalaman dalam bidang teater yakni Alifa Aulia Shabrina Jusuf dan juga didukung oleh para aktor yang terdiri dari azmir sebagai bajirao ballad (peshwa), ZHEE: Mastani saheba (pelakor), Aca: Kashi bhai (istri yg tersakiti), Kemal: sultan Alaudin, Abel: mehrunisa,  peggi: Kaka ipar, abay: raghav singh, putra: jimaji, pengawal 1 Malik kafur: Adit, pengawal 2 hamesh: Irfan, mahalini: ria, mahalani: Dinda, pembawa cerita: Sinta. Adapun Penanggung jawab, Ikram, ifaa, alyna, Rafly, Rein di bawah koordinasi Ketum Yusuf dan demisioner ketum riki sehingga pementasan tersebut bisa sukses.
"Saya berharap agar kedepannya melalui teater-teater seperti ini bahwa sesuatu karya tidak hanya dijadikan pajangan saja tetapi bisa dikembangkan menjadi sebuah produk. Karena karya ini sudah tersimpan lama di lemari saya, sudah sekitar setahun lebih dan baru tahun ini berani dimunculkan kembali dengan konsep yang berkembang,"tutupnya. Alifah Aulia Yusuf Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Gorontalo. (Syahrin)


Share