Go-Pena Baner

Sunday, 15 March, 2026

IKA UNHAS Kawal Hilirisasi Perkebunan dengan Nilai Investasi 13 T

Responsive image
K.H Aniq Nawawi bersama ketua IKA UNHAS Gorontalo, Dahlan Usman. Sabtu (14/03/2026).

GORONTALO - Setelah sukses mengawal program Hilirisasi Peternakan Ayam dengan nilai Investasi 1,6 T di Provinsi Gorontalo, kini Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) akan siap mengawal juga investasi Hilirisasi Perkebunan dengan nilai investasi yang tidak main-main, yaitu 13 T. 
Hal ini disampaikan oleh ketua IKA Unhas Provinsi Gorontalo, Dahlan Usman saat diwawancarai usai pelaksaan buka puasa bersama, Sabtu (14/03/2026). 
"Setelah hilirasasi ayam, akan ada Hilirisasi Perkebunan dengan nilai Investasi sebesar 13 T," kata Dahlan Usman. Saat ditanya, bagaimana konsep dan apakah semuanya akan di Gorontalo, Dahlan masih enggan menjawab. 
"Yang jelas kita akan mengawal Hilirisasi Perkebunan dengan nilai investasi sebesar 13 T, ini sebagai informasi awal," kata Dahlan Usman. 
Sementara ini, K.H Aniq Nawawi,yang memberikan tausyiah dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa, ia sendiri memiliki kesan yang baik bersama dengan IKA UNHAS di Provinsi Gorontalo. Dimana saat itu, iya bersama Pengurus Nahdlatul Ulama Gorontalo, menerima aspirasi dari Petani Tebu yang ada di Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo, terkait dengan Harga tebu yang sudah beberapa tahun tidak naik-naik.
"Waktu itu pertama kali kami diskusi Harga tebu diangka 510 ribu per ton. Karena kami belum terlalu masalah di pertanian, maka kami melakukan inventaris masalahnya. Kami ingin apa yang menjadi aspirasi dari para petani ini sampai langsung kepada bapak Menteri, dan kami Alhamdulillah bisa lewat IKA UNHAS Gorontalo, di Gorontalo ketuanya pak Dahlan," ujarnya. 
Setelah bertemu dengan Dahlan Usman, mereka akhirnya bisa bertemu langsung dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
"Saya, pak Dahlan, dan ketua Lembaga pertanian NU Gorontalo datang langung ke kementerian pertanian, dan bertemu langsung dengan pak Menteri," kata Gus Aniq. 
Kepada Menteri, Gus Aniq menyampaikan seluruh aspirasi dari para petani, dan juga disambut dengan baik oleh Menteri. "Setelah pertemuan dengan Menteri itu, kemudian ditindak lanjuti oleh Dirjen. Dari situ Harga tebu Gorontalo, naik menjadi Rp 650 ribu per ton. Inilah Langkah nyata yang sudah kami lakukan bersama dengan IKA UNHAS Gorontalo," jelas Gus Aniq. (*)


Share