Go-Pena Baner

Tuesday, 20 January, 2026

Sholat Jumat di Masjid Arrayyan, Gubernur Gusnar Ismail Paparkan Program Hilirisasi dan Ajak Bangun GIC

Responsive image
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat melaksanakan Solat Jumat di Masjid Ar Rayan, Kelurahan Wumialo.

PEMPROV - Antusiasme warga terlihat sejak dua jam sebelum kedatangan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang melaksanakan salat Jumat di Masjid Arrayyan, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Warga sekitar tampak memadati masjid kebanggaan mereka tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Gorontalo itu menjadi momen yang ditunggu-tunggu jamaah. Setibanya di lokasi, Gusnar Ismail langsung dikerumuni jamaah untuk bersalaman dan berfoto bersama, yang dengan ramah dilayaninya.
Gubernur juga mengapresiasi panitia masjid dan warga yang telah menyiapkan makanan serta minuman bagi jamaah salat Jumat. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Gusnar Ismail menyampaikan bahwa kunjungannya ke Masjid Arrayyan merupakan bagian dari rutinitasnya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Selain bersilaturahmi, ia ingin menyampaikan langsung program-program pemerintah sekaligus menyerap aspirasi warga.
“Masjid ini punya sejarah pribadi bagi saya. Sejak masih sekolah di SMPP dulu, di sinilah saya belajar berceramah,” ungkap Gusnar sembari menyebut satu per satu nama rekan-rekannya semasa sekolah, yang disambut senyum dan tawa jamaah.
Pada kesempatan tersebut, Gusnar Ismail juga memaparkan sejumlah program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto yang tengah dijalankan di Gorontalo. Salah satunya adalah program hilirisasi ayam terpadu dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun yang akan direalisasikan pada tahun ini.
Tak hanya itu, Gubernur mengajak seluruh jamaah untuk melakukan “investasi ke langit” atau investasi akhirat, dengan mendukung pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo atau Gorontalo Islamic Center (GIC). Ia menyampaikan bahwa peletakan batu pertama pembangunan GIC telah dilakukan pada Desember 2025 lalu.
“Kalau investasi di dunia ada untung rugi, tapi investasi di jalan Allah insyaallah tidak pernah merugi,” pungkas Gusnar Ismail. (*) 


Share