Go-Pena Baner

Tuesday, 25 June, 2024

Pilgub Gorontalo Berpotensi 4 Paslon

Responsive image
Kursi Menuju Gubernur Gorontalo berpotensi 4 Paslon.

GORONTALO--Sepertinya dipastikan akan ada empat Pasangang Calon (Paslon) Gubernur - Wakil Gubernur Gorontalo pada Pilkada 27 November 2024 nanti. Dari kubu Koalisi Perubahan NASDEM-PKB, partai koalisi pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, muncul pasangan cagub-cawagub Gorontalo yaitu Tony Uloli-Rustam Akili. Koalisi tersebut tepat 9 kursi yang merupakan batas minimum cagub-cawagub.

Dari kubu Koalisi Ganjar-Mahfud dipastikan akan mengusung Nelson Pomalingo (PPP 4 kursi) yang berpasangan dengan Kris Wartabone (PDIP 7 kursi). 

Dari kubu Golkar sendiri lahir pasangan Ida Rusli Habibie-Marten Taha. Ini terjadi karena Golkar adalah satu-satunya partai yang bisa mengusung cagub-cawagub sendirian (9 kursi) tanpa perlu berkoalisi dengan partai mana pun. Oleh karena itu, muncullah alternatif keempat ini.

Partai-partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) pendukung Prabowo-Gibran serta pusing melihat kubu-kubu di atas menawarkan Gerakan Non Block atau Poros Tengah yang mengendorse Gusnar Ismail-Abdurrahman Bahmid. Partai-partai pengusungnya adalah DEMOKRAT (3 kursi), GERINDRA (6 kursi), PKS (4 kursi), PAN (3 kursi), serta PBB, Gelora, PSI, PRIMA, dan GARUDA.

"Jika ini terjadi maka pertarungan menjadi semakin seru walaupun dua orang yang kami harapkan jadi gubernur, yaitu pak Rahmad Gobel dan Elnino Mohi, dua-duanya urung maju Pilkada," kata beberapa warga Kabgor yang ditemui wartawan di bilangan Telaga, Selasa (11/05/2024).

Menurut salah satu di antara mereka, Muhammad Bempah, yang paling menegangkan adalah pertarungan antara Tony Uloli-Rustam Akili melawan Gusnar-Bahmid. Sebab Tony dikenal sebagai orang paling kaya, serta pasangannya Rustam Akili dibackup penuh oleh Rahmad Gobel yang juga dikenal paling kaya di seluruh Gorontalo.

Sementara Gusnar-Bahmid, menurut Muhammad, dikenal tidak punya uang. "Tapi perlu dicatat, mereka juga pernah menang. Gusnar adalah mantan Gubernur Gorontalo dan Bahmid jadi anggota DPD RI berkali-kali. Bukan kaleng-kaleng keduanya, bos," cetusnya.(*) 


Share