Go-Pena Baner

Thursday, 29 January, 2026

Mencemaskan, Nike yang Selalu Dirindukan Kini Diambang Kepunahan

Responsive image
Nike yang dijual di Gorontalo. (FOTO : WAWAN GUSASI/Go-Pena.id)

GORONTALO (Go-Pena.id) - Nike atau dalam bahasa Gorontalo lebih dikenal dengan "Duwo" sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Provinsi Gorontalo. Secara fisik dapat dilihat nike itu adalah ikan yang sangat kecil, dan hanya ada di Provinsi Gorontalo dan ada pada saat bulan mati, atau pergantian bulan dalam hitungan hijriyah. Sehingga tidak salah bahwa nike itu akan selalu dirindukan. 
Nike bisa dimasak dengan berbagai jenis menu, mulai dari tumis, garo rica, elepa'o (dibakar di daun), perkedel nike, bahkan sudah ada yang mengolahnya dengan menjadikan nike kriuk. Bahkan masyarakat Gorontalo yang berada di luar daerah, ketika ada keluarga atau kerabatnya yang akan pergi ke daerahnya, mereka selalu menitipkan nike. 

(Prof Dr. Femy Sahami, saat menyampaikan orasi Ilmiah)

Namun berbicara tentang Nike saat ini tentunya ada kekhawatiran, dimana Nike kini diambang kepunahan. Kenapa bisa, dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Femy Sahami, yang konsisten meneliti tentang nike kini mulai mencemaskan nasib dari Nike itu sendiri. 
“Apakah dalam kurun waktu 10 tahun lagi ,kita masih bisa mengkonsumsi ikan ini? Dari data produksi dan model pengukuran untuk keberlanjutan, sepertinya cukup mencemaskan. Inilah yang disebut dengan senjakala, dalam kamus Bahasa Indonesia, senjakala adalah kondisi senja setengah gelap sesudah matahari terbenam,” ungkapnya. 

Ia menjelaskan bahwa Ikan Nike sebagai ikan amphidromus secara ekologis sangat bergantung pada dua habitat perairan. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa induk ikan Nike yang ditangkap di perairan Teluk Gorontalo berada di 2 aliran sungai besar yang masuk dalam 2 wilayah administrasi yang berbeda yaitu Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.  

“Dalam penelitian terakhir ditemukan bahwa penyebaran ikan Nike di Teluk Tomini Gorontalo selain di perairan Kota Gorontalo juga terdapat pula di muara Sungai Taludaa, Tombulilato dan Bilungala, Paguyaman, Marisa,” jelasnya.

Analisis data produksi Nike untuk wilayah Kota Gorontalo selama selang tahun 2020-2021 menunjukkan adanya tren penurunan. Penurunan ini dipengaruhi berbagai faktor, antara lain, penangkapan ikan di hulu yang tidak ramah lingkungan, vegetasi bantaran sungai yang mulai menurun, peningkatan aktivitas pembangunan di muara sungai, peningkatan aktivitas masyarakat di sempadan sungai, dan peningkatan kegiatan penambangan pasir dan batu di sepanjang bantaran sungai.

“Dari temuan hasil pengukuran menunjukkan bahwa analisis keberlanjutan dari ikan Nike di semua lokasi penangkapan hanya satu dimensi yang status keberlanjutannya positif yakni teknologi, sisanya tidak berkelanjutan. Empat dimensi tersebut adalah dimensi ekologi, ekonomi, sosial, dan etik,” imbuhnya.

(Hasil masakan nike)

Rektor Universitas Negeri Gorontalo periode 2023 – 2027 Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok., ST., MT., IPM telah menegaskan arah pengembangan Universitas Negeri Gorontalo dengan memasukkan kawasan Teluk Tomini menjadi salah satu kawasan yang terkait erat dengan UNG. Potensi Teluk Tomini yang melimpah termasuk ragam komoditas strategis adalah anugerah yang harus disyukuri. 
Sayangnya, potensi hingga komoditas yang strategis tidak akan bernilai strategis jika tidak dikelola dengan model yang berkelanjutan. Karena itu, Rektor UNG telah menetapkan UNG sebagai the engine of Tomini Bay sebagai patok untuk keberlanjutan kawasan. Alasan ini sangat logis karena posisi UNG berada di kawasan ini, dan berpotensi menjadi HUB kawasan.
UNG sebagai The Engine of Tomini Bay, menjadi relevan dikarenakan sumber daya yang dimiliki UNG dapat menjadi garda depan dalam hal peningkatan kapasitas kelembagaan bagi institusi dan lembaga di sekitar Teluk, dan termasuk menjadi lembaga yang dapat meningkatkan kapabilitas masyarakat melalui pendidikan. 
"Terkait dengan ikan nike, walaupun hari ini masih dapat dikonsumsi, tapi untuk jangka panjang keberlanjutannya sangat memerlukan keseriusan pengelolaan secara komprehensif tanpa memisahkan wilayah administrasi daerah aliran sungai yang merupakan habitat dari induk ikan nike. Kita ketahui bersama bahwa pada musim-musim tertentu para nelayan tidak bisa melaut. Dengan melihat siklus hidup ikan Nike, maka tentu saja ikan Nike ini dapat menjadi salah satu mesin penggerak perekonomian masyarakat di Teluk Tomini. Kemunculan ikan Nike setiap bulan dapat menjadi alternatif usaha penangkapan dan penopang ekonomi, jika keberadaan ikan Nike ini dapat dipertahankan dan dibarengi dengan perbaikan pascapanen serta didukung dengan teknologi pengolahan dan dukungan Pemerintah Daerah, maka ikan Nike ini dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi para nelayan Nike dan pengusaha perikanan. Diversifikasi produk Nike, selain untuk dapat meningkatkan asupan protein bagi masyarakat juga secara otomatis dapat meningkatkan usaha-usaha kecil menengah di Gorontalo," urai Prof. Dr. Femy Sahami. (Wawan)


Share