GORONTALO - Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memberikan teguran keras kepada jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga lurah dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pemerintah Kota Gorontalo yang digelar Ahad, (17/5/2026).
Teguran itu disampaikan lantaran minimnya laporan serta lambatnya respons jajaran pemerintah daerah saat banjir melanda sejumlah wilayah, antara lain kawasan Heledulaa Selatan, Heledulaa Utara, dan Moodu. Adhan mengaku justru mengetahui kondisi musibah itu dari aduan langsung warga melalui pesan WhatsApp, bukan dari laporan resmi bawahannya.
Ia menegaskan urusan kemaslahatan dan keselamatan rakyat yang tertimpa musibah sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebagai pelayan publik, pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk hadir dan memberikan solusi konkret di lapangan, mulai dari evakuasi hingga penyediaan tempat pengungsian yang layak bagi warga yang rumahnya terendam air.
"Jangan pandang enteng bapak dan ibu, karena sebagaimana selalu saya katakan bahwa kita ini telah sepakat untuk mengurus rakyat, ya. Jadi tidak ada alasan kalau mengurus rakyat," tegas Adhan.
Adhan juga menyentil kinerja para camat dan lurah agar tidak hanya bangga dengan jabatan yang melekat, melainkan harus lebih peka, simpatik, dan aktif turun langsung ke tengah masyarakat. Ia berharap koordinasi penanganan bencana ke depan dapat berjalan lebih cepat dan tanggap tanpa harus menunggu instruksi langsung dari kepala daerah.
Menurut dia, hak masyarakat adalah mendapatkan perlindungan dari pemerintah, terlebih dalam situasi darurat musim penghujan seperti saat ini. (*)