GORONTALO – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengajak seluruh kader PAN di Provinsi Gorontalo untuk tidak pernah merasa rendah diri dan terus berani bermimpi meraih kesuksesan.
Pesan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri pelantikan pengurus PAN se-Provinsi Gorontalo yang dipimpin Ketua DPW PAN Gorontalo, Anas Jusuf, dan Sekretaris DPW PAN Gorontalo, Kristina Muhamad Udoki, di Azlea Convention Center, Jumat (3/7/2026) malam.
Dalam sambutannya, Zulhas menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk meraih cita-cita, tanpa memandang latar belakang keluarga maupun daerah asal.
"Saya ini berlatar belakang anak guru agama. Kalau tidak merantau ke Jakarta, mungkin saya hanya menjadi guru agama di sekolah dasar. Tetapi karena ada kemauan dan kerja keras, saya bisa menjadi menteri," ujar Zulhas.
Ia juga mencontohkan sejumlah tokoh yang berhasil meniti karier di dunia politik meski berasal dari latar belakang berbeda, termasuk anggota DPR RI Uya Kuya.
Menurut Zulhas, keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh asal daerah, melainkan oleh kesungguhan, kerja keras, dan komitmen dalam memperjuangkan cita-cita.
"Jangan minder, jangan merasa tidak bisa. Walaupun berasal dari ujung Sulawesi, dari Gorontalo, Anda bisa menjadi apa pun di Republik Indonesia ini," tegasnya yang disambut tepuk tangan para kader.
Selain memberikan motivasi, Zulhas juga mengisahkan perjalanan panjang PAN bersama Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan, PAN telah tiga kali memberikan dukungan kepada Prabowo hingga akhirnya berhasil memenangkan Pemilihan Presiden.
"Kami tetap setia bersama Pak Prabowo bukan karena kepentingan sesaat, tetapi karena kami setia pada cita-cita perjuangan bangsa sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, termasuk Pasal 33," katanya.
Zulhas mengaku, dukungan PAN kepada Prabowo tidak pernah didasarkan pada kepentingan materi ataupun jabatan. Bahkan saat banyak pihak mulai meninggalkan Prabowo pada kontestasi sebelumnya, PAN tetap memilih bertahan.
"Saat banyak yang pergi, saya datang dan mengatakan, 'Pak, masih ada kami. Kita teruskan perjuangan sampai tuntas'," kenangnya.
Di akhir pidatonya, Zulhas juga mengingatkan bahwa perjuangan membangun bangsa harus terus dilakukan dengan tetap menjaga nilai-nilai demokrasi serta keberanian menyampaikan prinsip yang diyakini, meski menghadapi berbagai kritik maupun serangan di media sosial.
Pelantikan pengurus PAN se-Provinsi Gorontalo tersebut dihadiri ratusan kader PAN dari enam kabupaten/kota, para anggota legislatif PAN, serta sejumlah tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap konsolidasi partai menjelang agenda politik mendatang. (Wawan)