Go-Pena Baner

Monday, 10 August, 2026

Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo Apresiasi Peran Wahdah Islamiyah dalam Penguatan Edukasi Kesehatan

Responsive image
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr.Anang S.Otoluwa saat memberikan materi dalam dialog kebangsaan yang digelar oleh Wahdah Islamiyah Gorontalo, Senin (10/8/2026).

PEMPROV - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Dr. dr. Anang S. Otoluwa, MPPM., mengapresiasi peran Wahdah Islamiyah dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit.

Hal itu disampaikan Anang saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian Road to Muktamar V Wahdah Islamiyah, di Hulonthalo Ballroom, Gorontalo, Ahad (9/8/2026).

Dialog yang mengangkat tema “Membangun Keluarga Sehat, Masyarakat Berdaya, Menuju Indonesia Berkah” tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., serta Kepala Deputi Bank Indonesia Gorontalo Ciptoning Suryo Condro.

Menurut Anang, tema yang diangkat Wahdah Islamiyah sangat relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat saat ini. Menurutnya, persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan ketika seseorang telah sakit, tetapi juga bagaimana masyarakat membangun kesadaran untuk mencegah munculnya berbagai penyakit.

“Tema ini sangat relevan, artinya teman-teman Wahdah sudah mengerti betul dengan kesehatan dan lingkungan, juga penyebabnya,” ujar Anang.

Ia menjelaskan, berbagai persoalan kesehatan masyarakat memiliki keterkaitan dengan kondisi sosial dan lingkungan. Ketika terjadi penyakit menular, misalnya, dampaknya dapat dirasakan oleh banyak orang. Karena itu, upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Anang juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di Provinsi Gorontalo. Ia menyebut angka stunting di Gorontalo berada pada kisaran 23,8 persen, meski menurutnya angka tersebut sudah berada di bawah angka nasional.

“Stunting bukan hanya soal fisik pendek, tapi otak jangan sampai begitu. Kita masih 23,8 persen, jauh di bawah angka nasional,” katanya.

Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya melihat kondisi fisik anak, tetapi juga memastikan tumbuh kembang, kecerdasan, asupan gizi, lingkungan, pendidikan, hingga kondisi keluarga.

Karena itu, Anang menilai keterlibatan organisasi masyarakat seperti Wahdah Islamiyah sangat penting dalam membantu pemerintah memperkuat edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

Ia secara khusus mengapresiasi sejumlah kegiatan yang dilakukan Wahdah Islamiyah Gorontalo, termasuk Fun Walk dan donor darah, yang dinilainya sebagai bentuk nyata dari upaya pencegahan sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

“Mengapresiasi Fun Walk, donor darah, semua ini langkah pencegahan para da'i dan daiyah,” ungkapnya.

Anang juga menyebut keterlibatan Muslimah Wahdah dalam kegiatan sosial dan kesehatan sebagai sesuatu yang positif. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat diperlukan untuk menjangkau ruang-ruang yang belum sepenuhnya dapat diisi pemerintah.

“Kehadiran Wahdah untuk mengisi celah yang kosong yang belum terisi oleh pemerintah, dunia usaha, pers dan jika ini dilakukan akan meningkatkan eksistensi Wahdah di Gorontalo,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Anang turut menanggapi sejumlah persoalan sosial yang berkembang di masyarakat, termasuk persoalan perilaku seksual, judi online, hingga pentingnya penguatan peran keluarga.

Ia menekankan bahwa berbagai persoalan tersebut perlu dihadapi melalui pendekatan edukatif dan preventif. Menurutnya, keluarga menjadi salah satu lingkungan terpenting dalam membangun pemahaman dan perilaku sehat sejak dini.

Karena itu, upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh agama, organisasi masyarakat hingga pemerintah.

Anang berharap kolaborasi semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan keagamaan dan sosial tidak hanya memberikan manfaat secara spiritual, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dialog Kebangsaan Road to Muktamar V Wahdah Islamiyah tersebut pun menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam membangun masyarakat Gorontalo yang lebih sehat, berdaya dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pencegahan berbagai persoalan kesehatan. (*)


Share