Go-Pena Baner

Tuesday, 27 January, 2026

Disperdagin Kota Gorontalo Gelar Pasar Murah Bersubsidi Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Responsive image
Wali Kota Gorontalo Advan Dambea saat memantau pelaksanaan pasar murah bersubsidi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Selasa (23/12/2025).

Gopena.id, Kota Gorontalo – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Gorontalo menggelar kegiatan Pasar Murah Bersubsidi dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi jelang akhir tahun.

Kepala Disperdagin Kota Gorontalo, Haryono Soeronoto, menjelaskan bahwa pada kegiatan tersebut pihaknya menyiapkan sebanyak 2.000 paket sembako untuk masyarakat.

“Pada kegiatan Pasar Murah Bersubsidi jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini, kami menyiapkan 2.000 paket sembako,” ujar Haryono.

Setiap paket sembako tersebut terdiri dari beras lokal 5 kilogram, cabai rawit 0,25 kilogram, bawang merah 0,25 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, serta telur sebanyak 12 butir.

Haryono menambahkan, pemerintah memberikan subsidi sebesar 50 persen dari harga pasar. Jika harga normal satu paket sembako di pasaran mencapai Rp200 ribu, masyarakat cukup membayar Rp100 ribu per paket.

“Paket sembako ini kami subsidi 50 persen. Jadi masyarakat hanya membayar setengah dari harga pasar,” jelasnya.

Sebanyak 2.000 warga telah didata sebagai penerima manfaat, termasuk masyarakat beragama Nasrani yang akan merayakan Hari Raya Natal dalam waktu dekat. Kegiatan pasar murah ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

“Semua kalangan bisa ikut, karena pada dasarnya semua terdampak inflasi. Jadi kegiatan ini kami buka secara umum,” ungkap Haryono.

Melalui kegiatan pasar murah bersubsidi ini, Disperdagin Kota Gorontalo berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Haryono juga memastikan bahwa kegiatan pasar murah jelang Natal dan Tahun Baru tahun ini hanya dilaksanakan satu kali, yakni pada momentum tersebut. (Ren)


Share