Go-Pena Baner

Sunday, 22 February, 2026

Proyek Raksasa Pertanian Dimulai: Gusnar Teken PKST Cetak Sawah 5.642 Ha di Pohuwato

Responsive image
: Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bersama Danrem 133/Nani Wartabone menandatangani PKST, disaksikan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam

GORONTALO – Proyek percetakan sawah terbesar di Provinsi Gorontalo resmi dimulai. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKST) dan Kontrak Pelaksanaan Konstruksi Percetakan Sawah seluas 5.642 hektare yang digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jumat (28/11/2025).

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, serta Danrem 133/Nani Wartabone, yang menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program ini. Pada prosesi penandatanganan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan Danrem 133/NW menandatangani dokumen PKST, disaksikan langsung Gubernur Gusnar dan Wabup Pohuwato.

Program percetakan sawah ini mencakup lahan seluas 5.642 hektare di Kabupaten Pohuwato, memanfaatkan sumber air dari Daerah Irigasi Randangan. Proyek tersebut merupakan dukungan Kementerian Pertanian dengan total anggaran Rp 200 miliar, yang berhasil diperjuangkan langsung oleh Gubernur Gorontalo.

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil ikhtiar sejak awal masa jabatannya. Ia mengungkapkan bahwa pada sekitar bulan Mei, dirinya menemui Menteri Pertanian untuk meminta dukungan akibat keterbatasan fiskal daerah.

“Kegiatan kita hari ini merupakan perwujudan sebuah upaya, sebuah ikhtiar yang kita sudah lakukan ketika awal-awal daripada penugasan periode kepemimpinan kami dari bulan Februari sampai dengan hari ini,” kata Gusnar.

Ia menuturkan bahwa pertemuannya dengan Menteri Pertanian menjadi momentum awal perjuangan mendapatkan program strategis pertanian untuk Gorontalo.

“Pada sekitar bulan Mei kami menghadap bapak Menteri Pertanian karena memang kondisi kita sangat kurang sekali fiskalnya sehingga mau tidak mau kita harus terus berkonsultasi dengan pusat. Kami memaparkan beberapa hal penting kepada bapak Menteri Pertanian, karena kami berpendapat bahwa salah satu asta cita bapak presiden adalah bagaimana mewujudkan swasembada pangan,” jelasnya.

Gubernur menekankan bahwa perluasan areal tanam padi menjadi salah satu langkah krusial untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Kita ingin menambah luas pertanaman padi sawah yang menjadi andalan Provinsi Gorontalo dalam pengembangan padi sawah lebih lanjut,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Gusnar mengajak seluruh pihak untuk memaksimalkan pelaksanaan proyek demi hasil terbaik bagi masyarakat.

“Alhamdulillah pada hari ini kita menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKST) untuk mencetak sawah 5000 hektare. Kesempatan ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya, sudah tentunya dengan cara bekerja keras dan kita sungguh-sungguh akan melaksanakan pencetakan sawah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat, melalui Korem 133/Nani Wartabone, yang dianggap memiliki kemampuan operasional untuk mendukung pembangunan pertanian berskala besar.

“Kita berharap dengan bertambahnya luas areal tanam nanti kita dapat berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional,” tutup Gubernur.

Dengan bergulirnya program ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan peningkatan signifikan terhadap produksi padi dan kemandirian pangan daerah. (Ayi)


Share