Go-Pena Baner

Tuesday, 25 June, 2024

Digadang-gadang Maju Pilkada Kabgor, Ini Jawaban Walid Bachmid

Responsive image
Walid Bachmid

Gorontalo - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang akan dilaksanakan secara serentak, sejumlah nama mulai mencuat untuk maju pada Pilkada Kabupaten Gorontalo.

Salah satu tokoh yang digadang-gadang untuk maju dalam Pilkada 2024 Kabupaten Gorontalo adalah Walid Bachmid. Saat ini, Walid menjabat sebagai Direktur Utama dan Komisaris di beberapa perusahaan di Gorontalo dan luar daerah, termasuk Jakarta dan Makassar. 

Walid menyampaikan bahwa persoalan aspirasi untuk maju di Pilkada Kabgor di tahun 2024 ini adalah persoalan yang tidak sederhana. Walid menginginkan jika yang mesti dibahas terlebuh dahulu adalah apa yang harus dilakukan jika terpilih nanti, apalagi melihat potensi sumber daya alam Kabupaten Gorontalo yang bagus untuk dikembangkan. 

“Potensi pertanian adalah potensi yang harus segera untuk ditingkatkan kembali. Pada tahun 2019, ketika pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo mencapai 6.40 persen, sektor pertanian adalah sumber pertumbuhan tertinggi yaitu 3.11 persen,” jelasnya. 

Selain potensi pertanian, potensi perikanan tangkap di Batudaa Pantai dan Biluhu juga harus ditingkatkan. 

“Kabupaten Gorontalo adalah kabupaten yang memberikan kontribusi paling besar terhadap perekonomian Provinsi Gorontalo yakni sebesar 31.44 persen. Pengembangan potensi pertanian dan perikanan harus berdampak kepada kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Gorontalo,” ungkapnya. 

Kabupaten Gorontalo juga memiliki potensi geothermal atau energi panas bumi. Potensi ini menurut Walid dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. 

“Potensi-potensi yang ada di Kabupaten Gorontalo ini adalah potensi yang harus ditunjang oleh pembangunan yang berkelanjutan agar tidak mengakibatkan krisis lingkungan,” tuturnya. 

Krisis lingkungan seperti banjir yang diakibatkan oleh penggundulan hutan dapat merusak lahan-lahan pertanian akan menimbulkan kerugian yang besar. “Selain merusak lahan-lahan pertanian, penggundulan hutan ini juga akan berdampak langsung terhadap Danau Limboto sehingga memerlukan penanganan serius,” jelasnya.

Walid berpendapat bahwa banyak yang mengaspirasikan dirinya untuk maju, tapi dirinya memilih untuk tidak terburu-buru terhadap hal tersebut. Dirinya mengaku jika saat ini masih pada tahap memetakan kondisi sosial-politik, menelaah problem dan tantangan daerah hingga melakukan komunikasi politik dengan berbagai pihak terkait.(*) 


Share