Go-Pena Baner

Thursday, 08 October, 2026

Menjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan

Responsive image
Dr. Zefrin, M.Pd

 

 

Pembangunan sebuah daerah kerap kali terjebak pada megahnya infrastruktur fisik semata, 

hingga mengabaikan aspek paling mendasar dari suatu peradaban yakni identitas 

kebudayaan. Di tengah gempuran modernisasi yang masif, Pemerintah Kota Gorontalo justru 

menunjukkan arah kebijakan yang kontras dan menyejukkan. Melalui sinergi pendidikan, 

penanaman nilai moral, serta penguatan ingatan sejarah, pemerintah kota membuktikan 

komitmennya untuk tumbuh maju tanpa pernah mencabut akar tradisi tanah kelahirannya.

Langkah strategis ini diawali dari ruang-ruang kelas lewat program inovatif bertajuk "Satu 

Sekolah Satu Budaya". Dijalankan oleh Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, program ini 

mendorong seluruh satuan pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP untuk 

mengimplementasikan tradisi dan seni lokal secara berkelanjutan (RRI.co.id, 2026). Setiap 

sekolah diajak mengadopsi serta menampilkan kebudayaan khas Gorontalo secara konsisten. 

Kebijakan ini mengubah fungsi sekolah bukan lagi sekadar tempat menimba ilmu akademis, 

melainkan ruang panggung hidup bagi lahirnya generasi muda yang cerdas sekaligus berakar 

kuat pada kearifan lokal.

Tidak berhenti pada sektor pendidikan formal, perhatian pemerintah kota juga merambah 

pada pembinaan moral dan spiritual remaja melalui tradisi Momeati. Pemerintah Kota 

Gorontalo secara aktif menggelar pembinaan dan pembeatan massal tradisi adat ini bagi para 

peserta didik dan remaja putri (YouTube Mimoza TV, 2025). Pelaksanaan ritus sakral yang 

memadukan nilai adat dan ajaran spiritual ini menjadi benteng pembentukan karakter 

menuju kedewasaan. Langkah kebijakan ini sejalan dengan temuan ilmiah Hinta dan Lamusu 

(2018), yang menegaskan bahwa prosesi adat Momeati mengandung makna simbolis dan 

nilai edukasi moral yang efektif membentuk karakter serta kesucian spiritual remaja putri 

Gorontalo di tengah dinamika zaman.

Puncak dari komitmen penataan identitas daerah ini diwujudkan melalui penguatan memori 

kolektif masyarakat. Pemerintah Kota Gorontalo mengoptimalkan alokasi dana apresiasi 

daerah untuk memperkuat pembangunan Museum 23 Januari guna mengabadikan sejarah 

perjuangan lokal (hargo.co.id, 2026). Museum yang didedikasikan untuk memperingati Hari 

Patriotik 23 Januari 1942 ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sarana edukasi publik 

yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Seperti yang ditekankan oleh Ismail 

(2020) dalam kajiannya, penguatan museum bersejarah lokal sangat efektif sebagai sarana 

edukasi dan pembentukan rasa nasionalisme generasi muda melalui artikulasi peristiwa sejarah daerah Keberhasilan Kota Gorontalo dalam merajut program pendidikan, pembinaan adat, dan 

pelestarian sejarah menjadi bukti sahih bahwa modernisasi tidak harus mengorbankan akar 

tradisi. Pemerintah Kota Gorontalo telah membuktikan keberaniannya untuk tidak sekadar

menjadi penonton di tengah derasnya arus globalisasi, melainkan bertindak sebagai benteng 

utama yang aktif menjaga jiwa daerahnya. Langkah ini menegaskan sebuah pesan kuat

kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari tingginya gedung yang dibangun, tetapi juga 

dari seberapa kokoh masyarakatnya menggenggam nilai-nilai luhur para leluhur.

Komitmen utuh ini adalah investasi jangka panjang yang meletakkan kebudayaan sebagai 

kompas pembangunan masa depan. Dengan memastikan generasi muda Gorontalo tumbuh 

cerdas, berkarakter mulia, dan bangga akan identitasnya, pemerintah kota sedang 

menyiapkan fondasi peradaban yang berdaya saing tinggi sekaligus berkepribadian tangguh. 

Gorontalo pun melangkah mantap menyongsong era baru sebuah kota modern yang 

senantiasa hidup, bernapas, dan bertumbuh dalam kehangatan budaya serta tradisinya 

sendiri.

Visi besar ini makin mempertegas posisi Gorontalo yang berambisi melaju kencang menjadi 

pusat pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di kawasan timur, tanpa sedikit pun 

melepaskan baju adatnya. Transformasi perkotaan yang diusung bukan sekadar mengejar 

angka kemajuan teknokratis, melainkan menciptakan ruang hidup modern yang berjiwa. Di 

kota ini, teknologi, digitalisasi, dan infrastruktur modern akan berdiri berdampingan secara 

harmonis dengan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kota Gorontalo sedang membuktikan sebuah formulasi ideal kota masa depan maju dalam 

peradaban, namun tetap berakar kuat pada tradisi. Melalui kepemimpinan yang peduli dan 

kebijakan kebudayaan yang terarah, Gorontalo dipastikan tumbuh menjadi daerah yang tidak 

hanya berdaya saing tinggi di tingkat nasional, tetapi juga menjadi benteng kebudayaan yang 

disegani. Inilah legacy berharga yang sedang diukir Pemerintah Kota Gorontalo menjadikan 

tanah Serambi Madinah ini sebagai kota modern yang bangga akan jati diri dan kearifan lokalnya.


Share